Rabu, 13 Mei 2015

Integrated Marketing Comunication (IMC)

IMC (Integrated Marketing Communication) adalah sebuah konsep dari perencanaan komunikasi pemasaran yang memperkenalkan nilai tambah dari rencana komprehensif yang mengevaluasi peran strategis dari berbagai disiplin komunikasi—misalnya periklanan umum, respon langsung, sales promotion, dan PR—dan mengombinasikan disiplin-disiplin ini untuk memberikan kejelasan, konsistensi dan dampak komunikasi yang maksimal.
Secara sederhana-nya IMC dapat diartikan sebagai “Proses dari pengelolaan customer relationships yang menggerakkan brand value.” Sedangkan secara spesifik, IMC dapat diartikan sebagai “proses yang mempunyai fungsi bersilang dalam menciptakan dan memelihara hubungan yang menguntungkan dengan customer dan stakeholder lainnya dengan mengontrol dan mempengaruhi secara strategis semua pesan yang terkirim kepada kelompok ini serta menggerakkan dialog dengan maksud tertentu kepada mereka.”
Integrated Marketing Communication (IMC) adalah satu dari sekian proses yang tersedia guna membina hubungan dengan customer. Apa yang membedakan IMC dengan proses customer-centric lainnya adalah dasar dari proses tersebut adalah komunikasi, yang merupakan jantung dari semua hubungan, dan juga merupakan proses yang sirkuler.
Seperti yang sudah disebutkan diatas, konsep dasar dari IMC adalah komunikasi. Dengan komunikasi ini, IMC berusaha untuk memaksimalkan pesan positif dan meminimalkan pesan negatif dari suatu brand, dengan sasaran menciptakan dan menyokong brand relationship. Untuk membangun hubungan jangka panjang, IMC juga digunakan untuk membangun dan memperkuat brand. Brand relationship yang positif juga akan menghasilkan keuntungan dan meningkatkan nilai dari pemegang saham perusahaan tersebut.
Semakin banyaknya istilah IMC yang dipakai oleh para praktisi dan pakar pendidikan, namun tidak ada istilah yang benar-benar disetujui tentang apakah IMC itu? Tapi ada dua ide pokok mengenai IMC:
1. Komunikasi pemasaran yang bersifat one-voice. Maksudnya adalah, walaupun elemen komunikasi pemasaran yang digunakan berbeda-beda dalam meraih konsumen namun semua itu harus dapat dikoordinasi dengan cara yang tepat oleh berbagai organisasi dan agensi yang bekerja pada elemen-elemen yang berbeda tersebut
2. Komunikasi yang berintegrasi. Komunikasi disini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan brand awareness atau pencitraan produk yang baik saja, namun juga harus dapat menimbulkan hasil penjualan yang baik.

Selasa, 12 Mei 2015

Alasan mengapa UKM membutuhkan Website

UKM di negara berkembang, seperti di Indonesia, sering dikaitkan dengan masalah-masalah ekonomi dan sosial dalam negeri seperti tingginya tingkat kemiskinan, besarnya jumlah pengangguran, ketimpangan distribusi pendapatan, proses pembangunan yang tidak merata antara daerah perkotaan dan perdesaan, serta masalah urbanisasi. Perkembangan UKM diharapkan dapat memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap upaya-upaya penanggulangan masalah-masalah tersebut di atas.

Karakteristik UKM di Indonesia, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh AKATIGA, the Center for Micro and Small Enterprise Dynamic (CEMSED), dan the Center for Economic and Social Studies (CESS) pada tahun 2000, adalah mempunyai daya tahan untuk hidup dan mempunyai kemampuan untuk meningkatkan kinerjanya selama krisis ekonomi. Hal ini disebabkan oleh fleksibilitas UKM dalam melakukan penyesuaian proses produksinya, mampu berkembang dengan modal sendiri, mampu mengembalikan pinjaman dengan bunga tinggi dan tidak terlalu terlibat dalam hal birokrasi.

Beberapa rekan-rekan pengusaha kecil dan menengah bertanya kepada kami, mengapa UKM butuh website? Bukankah hanya perusahaan besar saja yang membutuhkan website? Benarkah begitu?

     Untuk menjawabnya, berikut ini kami rangkumkan beberapa alasan mengapa UKM perlu memiliki website:

1.       Bentuk terbaru dari Yellow Pages
          Siapa yang tidak tahu Yellow Pages? Halaman-halaman kuning yang terlampir di setiap buku telepon ini memuat ratusan bahkan ribuan usaha kecil di sekeliling kita. Yellow Pages adalah media yang tepat bagi UKM untuk mempromosikan produk/layanannya.
          Seiring dengan perkembangan zaman, banyak hal telah berubah, terutama yang berkenaan dengan teknologi. Saat ini ada lebih banyak orang menggunakan telepon selular dan komputer tablet. Mereka bahkan mengakses internet melalui perangkat-perangkat tersebut setiap hari. Maka ada baiknya jika Anda mentransformasikan promosi Anda di Yellow Pages ke bentuk yang lebih modern, yaitu website, yang bisa diakses di mana saja dan kapan saja. Jauh lebih praktis daripada Yellow Pages kan?

2.       Membangun kredibilitas Anda
          Perkembangan teknologi telah membawa tren tersendiri bagi para calon konsumen. Biasanya calon konsumen lebih percaya pada kredibilitas perusahaan/ produk/ layanan yang memiliki website. Kebanyakan dari mereka menganggap bahwa dengan memiliki website, maka perusahaan/ produk/ layanan tersebut bonafide. Jadi, bangunlah kredibilitas perusahaan/ produk/ layanan Anda dengan membangun website.

3.       Memudahkan calon konsumen mendapatkan produk Anda
          Dengan menampilkan perusahaan/ produk/ layanan Anda pada website yang Anda buat, maka akan lebih memudahkan konsumen untuk mendapatkan apa yang Anda tawarkan. Calon konsumen tinggal mencari di internet dan menghubungi Anda untuk mendapatkan produk/ layanan Anda. Tentu saja ini akan meningkatkan penjualan dan pendapatan Anda.

4.        Iklan yang hemat biaya
          Tahukah Anda bahwa website adalah sebuah bentuk iklan yang hemat biaya? Coba bandingkan dengan memasang iklan di media seperti koran, majalah, radio, maupun televisi. Membangun website relatif lebih murah jika dibandingkan dengan dengan beriklan di media massa. Bandingkan saja berapa yang Anda keluarkan untuk membuat website dan untuk pengelolaannya selama satu tahun? Jika Anda menggunakannya untuk iklan di media massa, mungkin hanya bisa membiayai pemasangan iklan selama tidak lebih dari satu minggu saja.
          Selain itu, sebaran iklan di media massa juga terbatas pada regional tertentu. Berbeda dengan website yang dapat diakses dari belahan dunia mana pun. Jadi benar bahwa website adalah sebuah bentuk iklan dengan harga yang jauh lebih murah.

5.       Hemat waktu dan tenaga
          Dengan membangun website dan menampilkan informasi-informasi seputar produk/ layanan yang Anda tawarkan, maka Anda akan menghemat waktu dan tenaga untuk mempromosikan produk/ layanan Anda.
       
Akan lebih bagus lagi jika Anda menuliskan halaman khusus FAQ,  yaitu halaman yang berisi tentang pertanyaan-pertanyaan seputar produk/ layanan Anda dan beserta jawabannya. Dengan demikian, Anda telah menghemat banyak waktu dan tenaga untuk menjelaskan produk/layanan Anda kepada para calon konsumen tanpa mengurangi daya tarik perusahaan Anda untuk mendapatkan pelanggan potensial.

www.studiobuscom.com

Kegagalan UKM Ketika Berpromosi di Sosial Media

Berpromosi di sosial media belakangan ini menjadi sebuah trend baru yang digandrungi pelaku usaha. Perannya yang mampu menghubungkan berbagai macam kalangan masyarakat dengan cara yang terbilang mudah dan juga murah, menjadikan sosial media sebagai salah satu lapak online yang banyak dimanfaatkan pengusaha untuk mempromosikan produk maupun jasa mereka ke berbagai penjuru nusantara.
Meskipun sekarang ini banyak pengusaha yang memasarkan produknya melalui sosial media, namun untuk bisa sukses berpromosi di sosial media tidaklah semudah apa yang kita bicarakan. Sesuai dengan fungsi awal sosial media yang harusnya dijadikan sebagai ajang untuk menjaring teman dan bersosialisasi, para user jejaring sosial cukup alergi dengan kegiatan-kegiatan yang berbau promosi. Tidaklah heran bila sekarang ini tak sedikit pelaku usaha yang akhirnya mengalami kegagalan ketika melakukan promosi di sosial media.
Karenanya, agar Anda tak mengalami kegagalan seperti para UKM lainnya. Berikut kami informasikan beberapa tips bisnis online yang perlu Anda perhatikan untuk menghindari kegagalan UKM ketika berpromosi di sosial media.

1. Sekedar ikut-ikutan tanpa memiliki tujuan
Banyak pelaku UKM yang tertarik terjun mempromosikan produk unggulannya di sosial media hanya karena ingin ikut-ikutan trend bisnis yang ada di sekitarnya. Padahal, sebenarnya mereka belum memiliki tujuan dan arah promosi yang jelas. Sehingga tidak jarang banyak pelaku UKM yang memiliki akun dengan mengangkat brand bisnisnya, namun aktivitas promosi yang dilakukan belum maksimal. Contohnya saja belum melengkapi profil tentang data diri perusahaan, jarang update produk di media sosial, dan lain sebagainya.

2. Menggunakan akun bisnis untuk urusan pribadi
Selain belum memiliki tujuan yang jelas, tak jarang para pelaku UKM menggunakan akun bisnisnya untuk urusan pribadi mereka. Misalnya saja membuat status di jejaring sosial yang berisi curahan hati mereka, atau memposting informasi-informasi lain yang tidak berhubungan dengan promosi perusahaan.

3. Terbiasa dengan strategi promosi offline
Meskipun telah menggunakan sistem pemasaran online, namun banyak pelaku UKM yang masih terbiasa dengan pola pikir offline dimana para pengusaha sering membagikan brosur gratis kepada para calon konsumennya. Strategi seperti ini tentunya tidak cocok apabila dijalankan melalui sosial media, sehingga tidak heran bila banyak akun perusahaan yang akhirnya di-unfriend atau di-unfollow para pengikutnya karena mereka merasa terganggu dengan banner brosur, foto, atau link promosi yang disebarkan pelaku UKM.

4. Belum memiliki alamat website
Bisa diibaratkan sosial media merupakan jembatan bagi pelaku UKM untuk bisa berhubungan langsung dengan calon konsumennya. Karena itu, penting bagi Anda untuk membuat sebuah website sebagai landing page (halaman rujukan) yang bisa menginformasikan kredibilitas toko online Anda kepada calon konsumen.

5. Tak pernah mengukur hasil promosi
Seperti halnya strategi promosi yang lain, tentunya Anda perlu mengukur seberapa besar tingkat efektivitas yang Anda dapatkan dari kegiatan promosi di sosial media online. Meskipun Anda memiliki jumlah teman maupun follower (pengikut) yang terus meningkat, namun Anda juga harus terus memantau seberapa besar transaksi yang Anda ciptakan dari kegiatan promosi tersebut. Hal inilah yang jarang dilakukan para pelaku UKM, sehingga mereka menghabiskan banyak waktu tanpa hasil yang maksimal.

www.studiobuscom.com

Rabu, 06 Mei 2015

Mari Berantas Buta Internet

Di era globalisasi ini, manusia menjadi lebih praktis. Segala sesuatu yang diinginkannya mudah didapatkan apalagi dengan bantuan Internet. Mulai dari hal kecil seperti informasi, sampai transaksi jual beli dapat dilakukan di dunia maya. Bagi kalian yang belum tau apa itu Internet, Internet adalah sarana mempermudah kita mendapatkan informasi yang tentunya harus dihubungkan ke device. Tanpa device, Internet tidak berjalan. Namun sampai detik ini, banyak masyarakat yang belum bisa menikmati indahnya berinternet ria. Maka dari itu, tujuan saya menulis artikel ini adalah memperkenalkan manfaat internetan kepada para pembaca.

Manfaat Internet yang pertama adalah anda dapat memperoleh informasi hanya dengan sekian detik. Cara menggunakannya juga cukup mudah, cukup masukkin keywords yang anda hendak cari, result dari keywords yang anda cari akan keluar hanya itungan detik. Jurus seperti ini biasanya banyak digunakan oleh kalangan pelajar khususnya mencari bahan ajaran yang ia tidak mengerti. Cara lama seperti menjelajah perpustakaan sudah lama ditinggalkan dan bahkan buku-buku bacaan sekarang semua sudah tersedia di Internet. Praktis bukan? Selain bahan ajaran, informasi yang sering dicari biasanya berupa berita. Situs e-berita kompas sangat membantu karena berisi artikel yang up-to-date dan bermanfaat.

Manfaat lainnya adalah ketika anda membutuhkan sesuatu yang mendesak dan anda tidak mampu berpegian, Online shoplah solusinya! Kalau zaman dulu, kita harus kesana, rela macet-macetan, kadang harus nunggu barangnya restock lagi, sekarang tidak lagi. Cukup contact person, lakukan transaksi, e-payment, kirim, dan barang sudah ditangan anda. Mudah dan praktis.

Namun dalam melakukan browsing, dibutuhkan etika agar internet tidak disalahkan. Khususnya anak dibawah 15 tahun, harus dibawah pengawasan orang tua. Selain itu internet bukan sarana untuk menghina SARA, melainkan sebagai forum untuk berbagi dan aling menghormati satu sama lain. Melakukan browsing internet itu penting, apalagi membantu proses dalam kehidupan, namun jika tidak dimbangi dengan etika dan nilai-nilai/norma, maka internet bisa disalahgunakan. Oleh karena itu, mari berantas buta internet dan menggunakannya dengan akal sehat!

Selasa, 05 Mei 2015

pentingnya sistem informasi manajemen (SIM)




ABSTRAK
Tulisan ini berjudul “Peranan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Dalam Organisasi ”. Tulisan ini membahas tentang Teknologi Infrormasi, Aktivitas Sistem Informasi, dan Peranan Sistem Informasi Adapun metode yang dipakai dalam tulisan ini adalah deskriptif analisis, dimana penulis mengawali pada kajian teoritis dari berbagai sumber tentang Sistem Informasi Manajemen, kemudian dilakukan analisis ke dalam Peranan Sistem Informasi Dalam Organisasi.
Kata Kunci : Sistem Informasi Manajemen (SIM), dan Organisasi
PENDAHULUAN
Sistem Informasi Managemen (SIM) merupakan sebuah bidang yang mulai berkembang semenjak tahun 1960-an. Walau tidak terdapat konsensus tunggal, secara umum SIM didefinisikan sebagai sistem yang menyediakan informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, managemen, serta pengambilan keputusan sebuah organisasi. SIM juga dikenal dengan ungkapan lainnya seperti: “Sistem Informasi”, “Sistem Pemrosesan Informasi”, “Sistem Informasi dan Pengambil Keputusan” Judul artikel ini mengandung tanda tanya. namun, mohon untuk tidak ditafsirkan bahwa di Indonesia tidak terdapat kegiatan penelitian yang berhubungan dengan SIM. Justru, diasumsikan bahwa kegiatan tersebut telah ada (exists) sehingga tidak ada klaim bahwa perlu melakukan perintisan bidang ini dari nol. namun, bidang ini telah berkembang secara paralel di berbagai bidang ilmu yang telah mapan seperti Ilmu Komputer, Bisnis dan Managemen, Psikologi, dan sebagainya.
Salah satu konsensus yang didapatkan, bahwa setidaknya terdapat lima aspek yang dapat dikategorikan sebagai ciri khusus bidang SIM, yaitu Proses Managemen, seperti Perencanaan Strategis, Pengelolaan Fungsi Sistem Informasi, Proses Pengembangan, seperti Managemen Proyek Pengembangan Sistem , Konsep Pengembangan, seperti Konsep Sosio-teknikal, Konsep Kualitas, Representasi, seperti Sistem Basis Data, Pengkodean Program, dan Sistem Eplikasi, seperti Knowledgey Management, Executivey System, dan seterusnya.
PEMBAHASAN
Teknologi Informasi merupakan teknologi yang dibangun dengan basis utama teknologi komputer. Perkembangan teknologi komputer yang terus berlanjut membawa implikasi utama teknologi ini pada proses pengolahan data yang berujung pada informasi. Hasil keluaran dari teknologi komputer yang merupakan komponen yang lebih berguna dari sekedar tumpukan data, membuat teknologi komputer dan teknologi pendukung proses operasinya mendapat julukan baru, yaitu teknologi informasi.
Teknologi informasi disusun oleh tiga matra utama teknologi, yaitu : Teknologi komputer, yang menjadi pendorong utama perkembangan teknologi informasi, Teknologi telekomunikasi, yang menjadi inti proses penyebaran informasi dan Muatan informasi atau content informasi, yang menjadi faktor pendorong utama implementasi teknologi informasi.
Kenyataan sejarah dunia mencatat masing-masing dari ketiga matra penyusun teknologi informasi di atas, pada awalnya berkembang saling terpisah. Teknologi komputer berkembang dalam lingkup matematika dan cenderung lebih teoritis. Teknologi telekomunikasi berkembang luas dalam dunia bisnis dan ekonomi menjadi pilar pendukung teknologi transportasi dalam revolusi industri. Sedangkan ilmu informasi muncul pada awal perang dunia II. Kemenangan dan kekalahan sebuah pasukan di medan perang dunia II ditentukan oleh akurasi informasi. Setelah itu, konsep ilmu informasi berkembang pesat.
AKTIVITAS SISTEM INFORMASI
Aktivitas proses pengolahan informasi pada dasarnya terbagi atas aktivitas input, proses, output, storage, dan control.
Kerangka Kerja Kerja Sistem Informasi Manajemen, meliputi : 1) Foundation Concepts (Membuat konsep sistem informasi), 2) Development Procesess (pengembangan sistem informasi), 3) Business Aplications, 4) Management Challenges 5) Information Technologies.
Perancangan, penerapan dan pengoperasian SIM adalah mahal dan sulit. Upaya ini dan biaya yang diperlukan harus ditimbang-timbang. Ada beberapa faktor yang membuat SIM menjadi semakin diperlukan, antara lain bahwa manajer harus berhadapan dengan lingkungan bisnis yang semakin rumit. Salah satu alasan dari kerumitan ini adalah semakin meningkatnya dengan munculnya peraturan dari pemerintah.
Lingkungan bisnis bukan hanya rumit tetapi juga dinamis. Oleh sebab itu manajer harus membuat keputusan dengan cepat terutama dengan munculnya masalah manajemen dengan munculnya pemecahan yang memadai. Sistem informasi manajemen SIM bukan sistem informasi keseluruhan, karena tidak semua informasi di dalam organisasi dapat dimasukkan secara lengkap ke dalam sebuah sistem yang otomatis. Aspek utama dari sistem informasi akan selalu ada di luar sistem komputer.
PERANAN SISTEM INFORMASI DALAM BISNIS
Sistem informasi mempunyai 3 tugas utama dalam sebuah organisasi, yaitu: 1) Mendukung kegiatan-kegiatan usaha/operasional, 2) Mendukung pengambilan keputusan manajemen dan 3) Mendukung persaingan keuntungan strategis.
MANFAAT STRATEGIS UNTUK SISTEM INFORMASI
Manfaat sistem informasi manajemen. SIM dapat menolong organisasi untuk :
1. Meningkatkan Efisiensi Operasional
Investasi di dalam teknologi sistem informasi dapat menolong operasi perusahaan menjadi lebih efisien. Efisiensi operasional membuat organisasi dapat menjalankan strategi keunggulan biaya low-cost leadership.
Dengan menanamkan investasi pada teknologi sistem informasi, perusahaan juga dapat menanamkan rintangan untuk memasuki industri tersebut (barriers to entry) dengan jalan meningkatkan besarnya investasi atau kerumitan teknologi yang diperlukan untuk memasuki persaingan pasar. Selain itu, cara lain yang dapat ditempuh adalah mengikat (lock in) konsumen dan pemasok dengan cara membangun hubungan baru yang lebih bernilai dengan mereka.
2. Memperkenalkan Inovasi Dalam Bisnis
Penggunaan ATM. automated teller machine dalam perbankan merupakan contoh yang baik dari inovasi teknologi sistem informasi. Dengan adanya ATM, bank-bank besar dapat memperoleh keuntungan strategis melebihi pesaing mereka yang berlangsung beberapa tahun.
3. Membangun Sumber-Sumber Informasi Strategis
Teknologi sistem informasi memampukan perusahaan untuk membangun sumber informasi strategis sehingga mendapat kesempatan dalam keuntungan strategis. Hal ini berarti memperoleh perangkat keras dan perangkat lunak, mengembangkan jaringan telekomunikasi, menyewa spesialis sistem informasi, dan melatih end users.
Fungsi dari sistem informasi tidak lagi hanya memproses transaksi, penyedia informasi, atau alat untuk pengambilan keputusan. Sekarang sistem informasi dapat berfungsi untuk menolong end user manajerial membangun senjata yang menggunakan teknologi sistem informasi untuk menghadapi tantangan dari persaingan yang ketat. Penggunaan yang efektif dari sistem informasi strategis menyajikan end users manajerial dengan tantangan manajerial yang besar